TRUST ME !! (WPA)

Bumiharjo, 25 Juni 2019

Hari ini Desa Bumiharjo mengirim wakil sebanyak 7 orang untuk mengikuti pelatikan Kader WPA (Warga Peduli Aids) bertempat di Berlian Kirana Resto di Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Nama-nama kader yang dikirim dalam pelatihan kader tersebut yang berlangsung selama 3 hari (25-27 Juni 2019) adalah :

  1. Supan (Ketua WPA)
  2. Wibowo Sajarwo
  3. Faizal Rizal
  4. Sukatno
  5. Kasmi
  6. Triyani
  7. Wulandari

Pelatihan Kader WPA tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris KPA Drs. Ige Budiyanto, M. Si beliau menceritakan sejarah munculnya HIV di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2001 dengan kasus 2 orang positif terkena HIV, hingga survei terakhir pada tahun 2019 bulan maret tercetat 488 penderita yang terdeteksi HIV, penyebarannya di Kabupaten Wonogiri antara lain :

– Pergaulan bebas

– Penyalahgunaan narkoba

dengan kasus, yang terpapar HIV dan AIDS kebanyakan adalah usia produktif antara 17-40 tahun. pembukaan dari Ketua KPA, beliau menjelaskan ” tujuan dari pelatihan Kader WPA tahun 2019 ini adalah melalui pelatihan ini diharapkan para petugas yang terpilih untuk mensosialisasi dan menjadi contoh kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan atau mendiskriminasi para penderita HIV/ AIDS.

Dalam acara tersebut yang bekerja sama dengan yayasan Mitra Alam Surakarta yang salah satu moderatornya adalah Mas Fauzi.

Beliau menjelaskan tentang Dasar HIV 1. Berdasarkan survey dan pendekatan terjun ke lapangan langsung, kasus HIV atau penderita HIV yang terjadi di kawasan Surakarta pada umumnya adalah ibu rumah tangga dan anak.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh (CD4), yang pada manusia  sehat CD4 normalnya antara 600-1500.

Proses atau fase awal terinveksi HIV :

  • Viral lood meningkat tajam kemudian menurun
  • Jumlah CD4 menurun tajam kemudian meningkat
  • Selanjutnya berubah menjadi AIDS setelah 5-10 tahun

HIV terdapat pada cairan tubuh, namun tidak semua hanya dibagian : darah, air mani, cairan vagina, ASI. yang dalam proses penularanya tidak seperti yang kita simpulkan (opini masyarakat), HIV hanya bisa menular dengan cara :

  • Penggunaan jarum suntik tidak steril (bergantian)
  • Berhubungan sex bebas (tidak menggunakan kondom)
  • Transfusi darah
  • Ibu yang positif menderita ke anaknya.

Yang prinsip penularannya :

  1. Exit, virus harus keluar dari tubuh manusia yang terinfeksi
  2. Survive, virus harus bertahan hidup
  3. Sufficient, virus harus mencukupi syarat penularan
  4. Enter, virus harus mempunyai jalur masuk.

Pada kasus penderita HIV yang tidak segera ditangani maka akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu kumpulan dari beberapa penyakit yang diderita seseorang pada tahap ini kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya. Berikut berbagai gejala AIDS :

  • Sariwan yang tidak sembuh
  • Infeksi jamur pada organ kelamin
  • Penyakit radang panggul
  • Turunnya berat badan secara drastis
  • Diare yang parah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Batuk dan sesak napas
  • Perubahan kepribadian

Jika anda mengalami tanda-tanda atau gejala seperti diatas, silahkan konsultasi ke dokter, yang sekarang di setiap Puskesmas di Kabupaten Wonogiri melayani tes VCT.

Bagaimana cara mengobati HIV dan AIDS ?

Jika setelah anda melakukan tes VCT dan dinyatakan dokter positif menderita HIV, anda tidak perlu patah semangat karena faktor pikiran juga sangat berguna dalam pengobatan ini. Terapi ARV merupakan obat yang bisa digunakan untuk mengobati infeksi HIV, orang yang memakai ARV akan menggunakan kombinasi obat HIv seumur hidupnya. ARV tidak bisa menyembuhkan tetapi bisa membantu penderita hidup lebih lama dan sehat.

Tujuan utama ARV yaitu mencegah dan mengurangi perkembangan virus, dengan begitu memberi kesempatan bagi CD4 untuk melawan si virus tersebut.

Demikianlah yang bisa kami share, semoga dapat bermanfaat bagi warga desa Bumiharjo khusunya. JAUHI PENYAKITNYA BUKAN ORANGNYA, STOP DISKRIMINASI !!

“Iman merupakan dasar berperilaku seks yang bebas, sehat, halal dan setia merupakan kunci iman”

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan